twitter


TOEFL (Test Of English as a Foreign Language)

TOEFL is the English test is intended to measure a person's ability to speak English to learn and work abroad show one's academic readiness. You should notice is the TOEFL requested as a condition if you want to study in the United States and Canada.

The main purpose of TOEFL is to determine a person's ability to speak, read, understand, and write well enough to take the classes based English language. Questions, reading and listening materials, all designed to fit into the college level.

TES TOEFL consists of two types, namely ITP TOEFL and TOEFL iBT. TOEFL ITP (Instituional Testing Program) is usually used for the Asian region, with a score that is both institutional, means only used for specific institutions and the local area and does not apply to all countries in the world. In general, use the TOEFL test is the TOEFL iBT test (Internet Based Test) where you will be required to record all your answers on a computer that is connected directly to the Internet. Your answers will be sent directly to the ETS.

To sign up for a degree program, the university in the world generally requires 79-80 iBT TOEFL score or equal to a score of 550 paper-based TOEFL. As for the post-graduate program (S2 and S3), the score needed to reach 110-115 or 600-650 equivalent of paper-based TOEFL score. TOEFL use only one version of the test and takes 4 hours in practice.


IELTS (International English Language Testing System).

IELTS scores are used as a condition of enrollment in the UK, New Zealand and Australia. IELTS also uses British English. Although it looks a bit similar to American English. British English has a few idioms, spelling and a different accent. IELTS whole answer questions written by hand, except for the conversation. Testers you who will provide immediate value later.

The purpose of the IELTS is to prove you have certain standards in English. IELTS courses are designed for those who want to work or continue their studies abroad. IELTS is recognized by educational institutions in the UK, USA, Australia, New Zealand, Hong Kong, Ireland, South Africa, and a number of other professional bodies worldwide. For IELTS score and scale required band in the range of 6.0 - 6.5 for undergraduate programs and scale band 7.0 - 7.5 for enthusiasts graduate programs.


Implementation of the IELTS test takes two hours and 45 minutes. Because IELTS has two versions of the test, namely general and academic, so there is a difference between the two versions of the test. To test listening and speaking are relatively the same, but for test writing and reading between the two versions of the tests had a different emphasis of matter.



In modern-day already as of today, however the importance of learning foreign languages, especially English is often used in conversations with foreign companies. Certainly have nothing in common, in the world of work has become a major requirement in English. When the interviewer greets and speaks English, it is an indication that communication skills in English are essential in the job you are applying.
In the world of work today, not just the brain's ability or capability skills required in the work. But the ability of the language is also very important, especially language that is often used is English. There is one requirement that almost became a liability in all jobs, which in English is good and right.
English was now almost used all over the world, so it is not wrong if we need to learn and understand the English language itself as well as other languages. And the most important thing to know in the face of free market of Southeast Asia known as the Asean Economic Community (AEC).
ASEAN leaders agreed to establish a single market in Southeast Asia in the 2016's. In this year, the MEA will be ongoing. Will be a lot of migrants from different countries, precisely from the ASEAN countries.
This was done in order to increase the competitiveness of ASEAN as well as China and India could compete to attract foreign investment. Foreign investment in the region is needed to boost employment and improve welfare.
The formation of a single market which is termed the Asean Economic Community (AEC) This will allow the country to sell goods and services easily to other countries across Southeast Asia so the competition will be intense.

And most important of all listed above is my opinion. Study earnestly foreign languages ​​as indispensable for the world of work, and is very useful for us as well as companies that you want. Thanks J



A.    Pengertian Distribusi Peluang Kontinu

Distribusi peluang kontinu adalah peubah acak yang dapat memperoleh semua nilai pada skala kontinu. Ruang sampel kontinu adalah bila ruang sampel mengandung titik sampel yang tak terhingga banyaknya. Syarat dari distribusi kontinu adalah apabila fungsi f(x) adalah fungsi padat peluang peubah acak kontinu X yang didefinisikan di atas himpunan semua bilangan riil R bila:
1.      F(x) ≥ 0 untuk semua x є R
2.      ∫(𝑥)𝑑𝑥=1∞∞
3.     P(𝑎<𝑋<𝑏)= ∫𝑓(𝑥)𝑑𝑥

B.    Konsep dan Teorema Distribusi

1.      Distribusi Normal
Distribusi Normal (Gaussian) mungkin merupakan distribusi probabilitas yang paling penting baik dalam teori maupun aplikasi statistik. Distribusi ini paling banyak digunakan sebagai model bagi data riil di berbagai bidang yang meliputi antara lain karakteristik fisik makhluk hidup (berat, tinggi badan manusia, hewan, dll). Terdapat empat alasan mengapa distribusi normal menjadi distribusi yang paling penting :

a.       Distribusi normal terjadi secara alamiah.
b.  Beberapa variabel acak yang tidak terdistribusi secara normal dapat dengan mudah ditransformasi menjadi suatu distribusi variabel acak yang normal.
c.  Banyak hasil dan teknik analisis yang berguna dalam pekerjaan statistik hanya bisa berfungsi dengan benar jika model distribusinya merupakan distribusi normal.
d.      Ada beberapa variabel acak yang tidak menunjukkan distribusi normal pada populasinya, namun distribusi dari rata-rata sampel yang diambil secara random dari populasi tersebut ternyata menunjukkan distribusi normal. 
Berdasarkan gambar di atas, distribusi Normal akan memiliki beberapa ciri diantaranya:
a. Kurvanya berbentuk garis lengkung yang halus dan berbentuk seperti genta.
b. Simetris terhadap rataan (mean).
c. Kedua ekor/ ujungnya semakin mendekati sumbu absisnya tetapi tidak pernah maemotong.
d. Jarak titik belok kurva tersebut dengan sumbu simetrisnya sama dengan σ
e. Luas daerah di bawah lengkungan kurva tersebut dari - ~ sampai + ~ sama dengan 1 atau 100 %.

     Sebuah variabel acak kontinu X dikatakan memiliki distribusi normal dengan parameter 𝜇𝑥 dan 𝜎𝑥 dimana −∞ < 𝜇𝑥 < ∞ dan 𝜎𝑥 > 0 jika fungsi kepadatan probabilitas dari X adalah :


 Dimana :
𝜇𝑥 = mean
𝜎𝑥 = deviasi standard
𝜋 = nilai konstan yaitu 3, 1416
𝑒 = nilai konstan yaitu 2,7183

Untuk setiap nilai 𝜇𝑥 dan 𝜎𝑥, kurva fungsi akan simetris terhadap 𝜇𝑥 dan memiliki total luas dibawah kurva tepat 1. Nilai dari 𝜎𝑥 menentukan bentangan dari kurva sedangkan 𝜇𝑥 menentukan pusat simetrisnya.
Distribusi normal kumulatif didefinisikan sebagai probabilitas variabel acak normal X bernilai kurang dari atau sama dengan suatu nilai x tertentu. Maka fungsi distribusi kumulatif dari distribusi normal ini dinyatakan sebagai :



Untuk menghitung probabilitas 𝑃(𝑎 ≤ 𝑥 ≤ 𝑏) dari suatu variabel acak kontinu X yang terdistribusi secara normal dengan parameter 𝜇𝑥 dan 𝜎𝑥 maka persamaan (1) harus diintegralkan mulai dari 𝑥 = 𝑎 sampai 𝑥 = 𝑏. Namun, tidak ada satupun dari teknik-teknik pengintegralan biasa yang bisa digunakan untuk menentukan integral tersebut.
Untuk itu para ahli statistik/matematik telah membuat sebuah penyederhanaan dengan memperkenalkan sebuah fungsi kepadatan probabilitas normal khusus dengan nilai mean 𝜇 = 0 dan deviasi standard 𝜎 = 1. Distribusi ini dikenal sebagai distribusi normal standard (standard normal distribution). Variabel acak dari distribusi normal standard ini biasanya dinotasikan dengan Z. Dengan menerapkan ketentuan diatas pada persamaan (1) maka fungsi kepadatan probabilitas dari distribusi normal standard variabel acak kontinu Z adalah:

Sedangkan fungsi distribusi kumulatif dari distribusi normal standard ini dinyatakan sebagai :
Distribusi normal variabel acak kontinu X dengan nilai-nilai parameter 𝜇𝑥 dan 𝜎𝑥 berapapun dapat diubah menjadi distribusi normal kumulatif standard jika variabel acak standard Zx menurut hubungan :
Nilai 𝑧𝑥 dari variabel acak standard 𝑧𝑥 sering juga disebut sebagai skor z dari variabel acak X.

2. Distribusi Student’s t
         Distribusi student’s t adalah distribusi yang ditemukan oleh seorang mahasiswa yang tidak mau disebut namanya. Untuk menghargai hasil penemuannya itu, distribusinya disebut distribusi Student yang lebih dikenal dengan distribusi “t”, diambil daru huruf terakhir kata “student”. Bentuk persamaan fungsinya :
Berlaku untuk −∞ < 𝑡 < ∞ dan K merupakan tetapan yang besarnya tergantung dari besar n sedemikian sehingga luas daerah antara kurva fungsi itu dan sumbu t adalah 1. Bilangan n – 1 disebut derajat kebebasan (dk). Yang dimaksudkan dengan dk ialah kemungkinan banyak pilihan dari sejumlah objek yang diberikan. Misalnya kita mempunyai dua objek yaitu A dan B. Dari dua objek ini kita hanya mungkin melakukan 1 kali pilihan saja, A dan B. Seandainya terpilih A maka B tidak usah dipilih lagi. Dan untuk itu dk = 2 – 1 = 1. Contoh soal: 
  • Untuk n = 13, jadi dk = (n-1) = 13 - 1 = 12, dan p = 0,95 maka t = 1,782 ini didapat (lihat tabel distruibusi-t) dengan jalan maju ke kanan dari 12 dan menurun 0,95. 
  • Bagaimana menggunakan tabel t? kalau v = 10 (berarti misalnya n = 11) serta 𝛼 = 0,05 maka 𝑃(𝑡 >? ) = 0,05
         Jawab:
         Untuk tabel yang disusun secara kumulatif maka kita harus melihat pada tabel t kumulatif,                  derajat bebas (v) =10 dan p = 1-0,05 = 0,95 dan ini menghasilkan nilai 𝑡 = 𝑡0,05 =                                        1,812. Jadi 𝑃(𝑡 > 1,812) = 0,05

3. Distribusi Chi-Kuadrat (𝝌𝟐)

Distribusi chi-kuadrat merupakan distribusi yang banyak digunakan dalam sejumlah prosedur statistik inferensial. Distribusi chi-kuadrat merupakan kasus khusus dari distribusi gamma dengan faktor bentuk 𝛼 = 𝑣/2, dimana v adalah bilangan bulat positif dan faktor skala 𝛽 = 2.
Jika variabel acak kontinu X memiliki distribusi chi-kudrat dengan parameter v, maka fungsi kepadatan probabilitas dari X adalah :
Parameter n disebut angka derajat kebebasan (degree of freedom/df) dari X. Sedangkan fungsi distribusi kumulatif chi-kuadrat adalah :
Berikut ini diberikan rumusan beberapa ukuran statistik deskriptif untuk distribusi chi-kuadrat.
Mean (Nilai Harapan) :
𝜇𝑥 = 𝐸( ㄰) = 𝑣
Varians :
𝜎2𝑥 = 2𝑣
Kemencengan (skewness) :


4. Distribusi F

Menurut Gasperz (1989:251), secara teori sebaran F merupakan rasio dari dua sebaran chi kuadrat yang bebas. Oleh karena itu peubah acak F diberikan sebagai:
Dimana :
𝑋21 = 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑠𝑒𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑐ℎ𝑖 𝑘𝑢𝑎𝑑𝑟𝑎𝑡 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑑𝑒𝑟𝑎𝑗𝑎𝑡 𝑏𝑒𝑏𝑎𝑠 𝑉1 = 𝑛1 − 1
𝑋22 = 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑠𝑒𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑐ℎ𝑖 𝑘𝑢𝑎𝑑𝑟𝑎𝑡 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑑𝑒𝑟𝑎𝑗𝑎𝑡 𝑏𝑒𝑏𝑎𝑠 𝑉2 = 𝑛2 − 1
Oleh karena itu sebaran F mempunyai dua derajat bebas yaitu 𝑉1 𝑑𝑎𝑛 𝑉2.
Misal :
Kita ingin mengetahui nilai F dengan derajat bebas 𝑉1 = 10 dan 𝑉2 = 12, maka jika
𝛼 = 0,05 dari tabel F diperoleh nilai 𝐹0,05 (10,12) = 2,75








Pemilihan teknik pengambilan sampel merupakan upaya peneliti untuk mendapatkan sampel yang representatif (mewakili), yang dapat menggambarkan populasinya. Teknik pengambilan sampel tersebut dibagi menjadi 2, yaitu :
1.      Sampling Probabilistik (Random Sample)
2.      Sampling Non Probabilistik (Non Random Sample)


1.      Sampling Probabilistik
Pada pengambilan sampel secara random, setiap unit populasi mempunyai peluang yang sama untuk diamati sebagai sampel. Faktor penunjukkan atau pemilihan sampel yang akan diambil, semata-mata atas pertimbangan peneliti. Dengan cara random, bias pemilihan dapat diperkecil, sekecil mungkin. Ini merupakan salah satu usaha untuk mendapatkan sampel yang representatif. Keuntungan pengambilan sampel dengan probability sampling adalah sebagai berikut:
·         Derajat kepercayaan terhadap sampel dapat ditentukan.
·         Beda penaksiran parameter populasi dengan statistik sampel, dapat diperkirakan.
·         Besar sampel yang akan diambil dapat dihitung secara statistik.

1.1  Penyimpangan (Error)
Dari hasil pengukuran terhadap unit-unit dalam sampel diperoleh nilai-nilai statistik. Nilai statistik ini tidak akan percis dengan nilai parameternya. Perbedaan inilah yang disebut dengan penyimpangan (Error). Secangkan pada non probabilistik sampel, penyimpangan nilai sampel terhadap populasinya tidak mungkin diukur. Pengukuran penyimpangan ini merupakan salah satu bentuk pengujian statistik. Penyimpangan yang terjadi pada perancangan kwesioner, kesalahan petugas pengumpulan data dan pengola data disebut Non Sampling Error.

1.2  Cara Pengambilan Sampel
Ada 5 cara pengambilan sampel yang termasuk secara random. 5 cara tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
·         Sampel random sederhana (Simple Random Sampling)
·         Sampel random sistematik (Systematic Random Sampling)
·         Sampel random Berstrata (Stratified Random Sampling)
·         Sampel random berkelompok (Cluster Sampling)
·         Sampel bertingkat (Multi Stage sampling)
2. Sampling Non Probabilistik
Pemilihan sampel dengan cara ini tidak menghiraukan prinsip-prinsip probability. Pemilihan sampel tidak secara random. Hasil yang  diharapkan hanya merupakan gambaran kasar tentang suatu keadaan. Cara ini dipergunakan bila biaya sangat sedikit, hasilnya diminta segera, tidak memerlukan ketepatan yang tinggi , karena hanya menggambarkan gambaran umumnya saja.Cara-cara yang dikenal adalah sebagai berikut:

2.1  Sampel dengan Maksud
Pengambilan sampel dilakukan hanya atas dasar pertimbangan penelitian saja, yang menganggap unsur-unsur yang dikehendaki telah ada dalam anggota sampel yang diambil.

2.2  Sampel Tanpa Sengaja
Sampel diambil atas dasar seandainya saja, tanpa direncanakan terlebih dahului. Jumlah sampel yang dikehendaki juga tidak berdasarkan pertimbangan yang dapat dipertanggung jawabkan, asal memenuhi keperluan saja. Kesimpulan yang diperoleh bersifat kasar dan sementara.

2.3  Sampel Berjatah
Pengambilan sampel hanya berdasarkan pertimbangan peneliti saja, hanya disini besar dan kriteria sampel telah ditentukan terlebih dahulu. Cara ini digunakan kalau peneliti mengenal betul daerah dan situasi daerah dimana penelitian akan dilakukan.

Sumber : 


Diketahui Data Tinggi Badan Mahasiswa/i Universitas Gunadarma kelas 2KB05 adalah sebagai berikut: 



1.      Dari tabel Distribusi Frekuensi yang ada. Hitunglah :
      A. Rata – rata (Mean) adalah jumlah seluruh dibagi dengan jumlah data.
       

   Jadi rata-ratanya adalah 169.2.

B. Median adalah nilai data yang terletak ditengah, apabila data-data diurutkan (disortasi) baik                ascending maupun descending.
     Nilai dari data yang terletak ditengah : 
Maka nilai tengah (Median) adalah 168.

C. Modus adalah Nilai yang sering muncul adalah 178.

D. Range adalah nilai selisih antara nilai terbesar dan nilai terkecil.
  Jadi Range nya adalah 30. 

E. Ragam (Varians) adalah rata – rata selisih kuadrat antara nilai individual dengan nilai tengahnya.

F. Simpangan Baku (Standar Deviasi)

2.  Jelaskan arti dan cara perhitungan Kemencengan Kurva (Skewness) dan Kecuraman Kurva (Kurtosis) berserta Tentukan dan Interprestasikan sebaran data Anda menurut nilai skewness dan kurtosisnya.

- Kemencengan Kurva (Skewness)
Kemiringan (skewnes) merupakan derajat ketidaksimetrian (keasimetrian), atau dapat juga disefinisikan sebagai penyimpangan dari kesimetrian dari suaru distribusi. Jika suatu kurva frekuensi (polygon frekuensi yang terhaluskan) dari suatu distribusi memiliki ekor kurva yang lebih panjang ke arah sisi kanan dibandingkan ke arah sisi kiri dari nilai maksimum tengah, maka distribusi ini lebih dikenal dengan nama distribusi miring ke kanan atau memiliki kemiringan positif. Untuk kondisi sebaliknya, distibusi dikenal dengan distribusi miring ke kiri atau kemiringan negatif.

Maka untuk mencari nilai Skewnessnya adalah : 
     Jadi Karena nilai SK nya 0,13 ( SK > 0 ) maka kurvanya menceng ke kanan atau menceng positif.

- Kecuraman Kurva (Kurtosis)
Kurtosis/keruncingan adalah derajat kepuncakan suatu distribusi, biasanya diambil relatif  terhadap distribusi normal. Ukuran keruncingan adalah suatu besaran yang digunakan untuk menentukan apakah sekumpulan data derajat kepuncakan leptokutik (lancip), normal atau platikurtik (tumpul). Tingkat keruncingan suatu kurva (kurtosis) memiliki 3 jenis, yaitu :
1.      Leptokurtis (puncak relative tinggi)
2.      Mesokurtis (puncak normal)
3.      Platikurtis (puncak relative rendah)
 Maka untuk mencari nilai kurtosisnya adalah : 


Sumber/ Referensi :