twitter


1.     Pengertian

Karya Tulis Ilmiah adalah suatu hasil karya yang dipandang memiliki kadar ilmiah tertentu serta dapat dipertanggungjawabkan dalam bentuk karangan atau tulisan ilmiah, dapat pula disampaikan secara lisan dalam bentuk pidato atau orasi ilmiah, dan dapat melalui suatu bentuk demonstrasi. Suatu karya tulis yang disusun berdasarkan pendekatan dan metode ilmiah (aplikasi dari metode ilmiah) yang ditujukan untuk kelompok pembaca tertentu. Penulisan tersebut disebut ilmiah, karena penulisan tersebut adalah sistematik, generalisasi, eksplanasi, maupun terkontrol. Dengan demikian karya tulis ilmiah tersebut tidak mengandung unsur bias karena telah mempunyai ukuran atau standar tertentu.
Karya Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. Karya ilmiah juga biasa disebut karangan ilmiah. Menurut Brotowidjoyo karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodolog penulisan yang baik dan benar.

2.     Ciri-ciri Karya Ilmiah

Dalam karya ilmiah ada 4 aspek yang menjadi karakteristik utamanya, yaitu :

·         Struktur sajian
      Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
·         Komponen dan substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
·         Sikap penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersPonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
·         Penggunaan bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

3.     Jenis-Jenis Karya Ilmiah
Sesuai dengan cirinya yang tertulis tadi, maka karya tulis ilmiah dapat berwujud dalam bentuk makalah (dalam seminar atau simposium), artikel, laporan praktikum, skripsi, tesis, dan disertasi, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya. Adapun jenis Karya Ilmiah adalah

·         MAKALAH
Menurut bahasa, makalah berasal dari bahasa Arab yang berarti karangan. Makalah adalah karya tulis (ilmiah) paling sederhana. Makalah, adalah karya ilmiah yang membahas suatu pokok persoalan atau menyajikan suatu masalah, sebagai hasil penelitian data di lapangan yang bersifat empiris-objektif atau sebagai hasil kajian yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah (seminar) atau yang berkenaan dengan tugas-tugas perkuliahan yang diberikan oleh dosen yang harus diselesaikan secara tertulis oleh mahasiswa dan aturannya tidak seketad makalah para ahli karena bisa jadi dibuat berdasarkan hasil bacaan dan kemudian dengan tarikan teoritis; menggabungkan cara pikir deduktif-induktif atau sebaliknya.

·         KERTAS KERJA
Kertas kerja adalah makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius, biasanya disajikan dalam lokakarya. Kertas kerja pada prinsipnya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam. Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada seminar atau lokakarya, yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Pada ‘perhelatan ilmiah’ tersebut, kertas kerja dijadikan acuan untuk tujuan tertentu. Bisa jadi, kertas kerja ‘dimentahkan’ karena lemah, baik dari susut analisis rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis, kesimpulan, atau kemanfaatannya.
·         SKRIPSI
Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain dimana karya ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan, didukung data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapangan atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan dan dipertahankan di depan sidang ujian (munaqasyah) dalam rangka penyelesaian studi tingkat Strata Satu (S1) untuk memperoleh gelar Sarjana. Bobotnya 6 satuan kredit semster (SKS) dan dalam pengerjakannya dibantu dosen pembimbing. Dosen pembimbing berperan ‘mengawal’ dari awal sampai akhir hingga mahasiswa mampu mengerjakan dan mempertahankannya pada ujian skripsi. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.

·         TESIS
Tesis, adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat program Strata Dua (S2), yang diajukan untuk dinilai oleh tim penguji guna memperoleh gelar Magister. Pembahasan dalam tesis mencoba mengungkapkan persoalan ilmiah tertentu dan memecahkannya secara analisis kristis. Karya tulis ilmiah ini sifatnya lebih mendalam daripada skripsi. Mahasiswa melakukan penelitian mandiri, menguji satu atau lebih hipotesis dalam mengungkapkan ‘pengetahuan baru’. Tesis atau Master Thesis ditulis bersandar pada metodologi; metodologi penelitian dan metodologi penulisan. Standarnya digantungkan pada institusi, terutama pembimbing. Dengan bantuan pembimbing, mahasiswa merencanakan (masalah), melaksanakan; menggunakan instrumen, mengumpulkan dan menjajikan data, menganalisis, sampai mengambil kesimpulan dan rekomendasi.
Dalam penulisannya dituntut kemampuan dalam menggunakan istilah tehnis; dari istilah sampai tabel, dari abstrak sampai bibliografi. Artinya, kemampuan mandiri —sekalipun dipandu dosen pembimbing— menjadi hal sangat mendasar. Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam, dan dilakukan mandiri.

·         DISERTASI
Pencapaian gelar akademik tertinggi adalah predikat Doktor. Gelar Doktor (Ph.D) dimungkinkan manakala mahasiswa (S3) telah mempertahankan disertasi  dihadapan Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari profesor atau Doktor dibidang masing-masing. Disertasi adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat Strata Tiga (S3) yang dipertahankan di depan sidang ujian promosi untuk memperoleh gelar Doktor (Dr.). Pembahasan dalam disertasi harus analitis kritis, dan merupakan upaya pendalaman dan pengembangan ilmu pengetahuan yang ditekuni oleh mahasiswa yang bersangkutan, dengan menggunakan pendekatan multidisipliner yang dapat memberikan suatu kesimpulan yang berimplikasi filosofis dan mencakup beberapa bidang ilmiah. Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci. Mahahisiswa (S3) harus mampu (tanpa bimbingan) menentukan masalah, berkemampuan berpikikir abstrak serta menyelesaikan masalah praktis. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.

·         ARTIKEL
Artikel, merupakan karya tulis lengkap, seperti laporan berita atau esai di majalah, surat kabar, dan sebagainya. Artikel adalah sebuah karangan prosa yang dimuat dalam media massa, yang membahas isu tertentu, persoalan, atau kasus yang berkembang dalam masyarakat secara lugas. Artikel merupakan: karya tulis atau karangan; karangan nonfiksi; karangan yang tak tentu panjangnya; karangan yang bertujuan untuk meyakinkan, mendidik, atau menghibur; sarana penyampaiannya adalah surat kabar, majalah, dan sebagainya; wujud karangan berupa berita.
Artikel mempunyai dua arti: (1) barang, benda, pasal dalam undang- undang dasar atau anggaran dasar; (2) karangan, tulisan yang ada dalam surat kabar, majalah, dan sebagainya. Tetapi, kita akan lebih jelas lagi dengan penguraian Webster`s Dictionary yang mengartikan bahwa artikel adalah a literary compositon in a journal (suatu komposisi atau susunan tulisan dalam sebuah jurnal atau penerbitan atau media massa). Sejak tahun 1980 para jurnalis Amerika sepakat untuk memakai istilah artikel bagi tulisan yang berisi pendapat, sikap, atau pendirian subjektif mengenai masalah yang sedang dibahas disertai dengan alasan dan bukti yang mendukung pendapatnya.

·         ESAI
Esai, adalah ekspresi tertulis dari opini penulisnya. Sebuah esai akan makin baik jika penulisnya dapat menggabungkan fakta dengan imajinasi, pengetahuan dengan perasaan, tanpa mengedepankan salah satunya. Tujuannya selalu sama, yaitu mengekspresikan opini, dengan kata lain semuanya akan menunjukkan sebuah opini pribadi (opini penulis) sebagai analisa akhir. Perbedaannya dengan tulisan yang lain, sebuah esai tidak hanya sekadar menunjukkan fakta atau menceritakan sebuah pengalaman; ia menyelipkan opini penulis di antara fakta-fakta dan pengalaman tersebut. Jadi intinya kita harus memiliki sebuah opini sebelum menulis esai.

·         OPINI
Opini, adalah sebuah kepercayaan yang bukan berdasarkan pada keyakinan yang mutlak atau pengetahuan sahih, namun pada sesuatu yang nampaknya benar, valid atau mungkin yang ada dalam pikiran seseorang; apa yang dipikirkan seseorang; penilaian.

·         FIKSI
Fiksi, satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dan sebagainya  adalah hal-hal penting yang memerlukan perhatian tersendiri. Meski demikian, dengan kisah (bisa juga data) yang asalnya dari imajinasi pengarang tersebut, tulisan fiksi memungkinkan kebebasan bagi seorang pengarang untuk membangun sebuah ‘kebenaran’ yang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan yang ingin ia sampaikan kepada pembacanya. Sementara itu, kebebasan yang dimiliki pengarang fiksi tadi di lain pihak juga memungkinkan adanya kebebasan bagi pembaca untuk menginterpretasikan makna yang terkandung dalam tulisan tersebut. Artinya, fiksi sangat memungkinkan adanya multi interpretasi makna. Para pendukung tulisan fiksi meliputi: novelis, cerpenis, dramawan dan kadang penyair pun sering dimasukkan ke dalam golongan ini.

4.     Sistematika Karya Tulis Ilmiah
Dan sedikit gambaran tentang ciri-ciri karya ilmiah di atas, kini dapat kita bawa ciri-ciri tersebut dalam penerapan menulis. Agar karya yang kita tulis dapat dipandang sebagai ilmiah, maka harus mengikuti alur pikir yang runtut sebagai sistematika penulisan, yaitu:

1)      Latar belakang masalah
Dalam latar belakang ini dikemukakan “ganjalan” yang ada dalam pikiran penulis, berupa ketidakpuasan penulis terhadap hal-hal yang diperoleh dari pengamatan terhadap kejadian sehari-hari, baik yang dialami sendiri maupun orang lain. Ganjalan ini dirasakan oleh penulis karena dirinya mengetahui seperti apa seharusnya, padahal yang terjadi tidak seperti itu. Oleh karena itu rumusannya harus jelas, bagaimana keadaan yang ada, kemudian bagaimana seharusnya. Penulisan ini tidak harus demikian, tetapi dapat dibalik, yang seharusnya dulu, baru kejadian atau kondisi yang ada.
Jika dari kejadian yang tidak memuaskan ini penulis mempunyai jalan keluar yang baik dan logis, dalam bagian ini dituliskan secara ringkas gagasan untuk mengatasinya.

2)      Tujuan penulisan
Bagian kedua dari tulisan ini menyatakan hal-hal yang diharapkan dapat dikemukakan setelah penulisan selesai. Rumusan tujuan ini sebaiknya disusun sedemikian rupa sehingga jelas, rinci dan menarik bagi pembaca sehingga pembaca tersebut ingin sekali melanjutkan membaca apa yang dikemukakan oleh penulis.

3)      Kajian teori
Judul bagian ini tidak mengikat, boleh “Kajian teori”, boleh “Kajian pustaka”, atau ”Landasan teori”. Yang penting adalah bahwa isinya menunjukkan adanya teori-teori yang diperoleh penulis dari membaca buku atau sumber lain, dengan menyebutkan dari mana asal teori tersebut diambil. Penulisan sumber kajian teori tidak harus dengan catatan kaki (foot note), tetapi ditulis langsung dalam kurung di belakang kutipan, atau disebutkan nama dalam teks kemudian tahun dan halaman dituliskan dalam kurung. Mungkin ada yang ingin tahu berapa banyaknya sumber yang harus dibaca untuk mendukung gagasan penulis, tidak ada batas yang mengikat. Sebagai dasar yang dapat dipertimbangkan adalah kepantasan, misalnya 4 atau 5 sumber asal tepat dan cukup kuat difungsikan sebagai landasan gagasannya. Kutipan tersebut bukan hanya ditulis dalam bentuk tumpukan tulisan saja tetapi diberi pengkait sehingga tampak alur pikir penulis. Di sinilah letak perhatian penilai, karena karya tulis ilmiah merupakan karya yang menunjukkan kualitas penulis dalam menyusun sebuah karya. Alur piker penulis dapat diketahui antara lain dari kemampuan memanfaatkan pikiran orang lain untuk buah pikirannya.

4)      Pembahasan
Dibandingkan dengan bagian-bagian sebelumnya, bagian inilah yang paling penting dan merupakan bagian yang selalu dicermati oleh penilai. Dari bagian inilah dapat diketahui bagaimana gagasan penulis dalam memecahkan masalah (“ganjalan”) yang dikemukakan pada latar belakang masalah. Meskipun bagian yang lain terbaca banyak dan terkesan ilmiah, tetapi kalau tidak ada bagian pembahasan, karya tulisnya tidak dapat diterima. Isi pembahasan tidak boleh menyimpang dan harus dilandasi teori-teori yang sudah dikutip. Semakin banyak dan runtut isi pembahasan, penilai langsung terkesan bahwa karya ini baik dan dapat diterima.

5)      Kesimpulan
Bagian terakhir dari karya tulis ilmiah adalah kesimpulan. Urutan isi bagian ini harus sinkron dengan tujuan yang sudah ditulis dalam bagian kedua. Dalam hal ini penulis tidak harus terikat pada banyaknya nomor yang dituliskan dalam tujuan, tetapi isinya harus lengkap menunjukkan bahwa tujuan sudah tercapai dan tertuang dalam kesimpulan. Meskipun banyaknya nomor tidak harus sama, penulis perlu menunjukkan kiat, penilai akan lebih terkesan positif jika.

6)      Daftar pustaka
Daftar pustaka yang merupakan bagian penutup dari sebuah karya ilmiah, seringkali digupakan oleh penulis. Daftar pustaka bukan “pajangan” agar karya yang ditulis dipandang cukup ilmiah. Fungsi daftar pustaka adalah penuntun bagi pembaca yang mungkin masih ingin tahu lebih jauh dari apa yang sudah dikutip isinya oleh penulis. Oleh karena itu sumber-sumber yang didaftar dalam bagian ini hares betul-betul sinkron dengan teori yang dituliskan dalam kajian teori, artinya harus pas - tidak kurang dan tidak lebih.
Untuk sumber kajian ini ada hal yang perlu diketahui oleh penulis, yaitu agar sedapat mungkin membatasi penggunaan kamus sebagai sumber. Apa yang tertulis di dalam kamus bukan teori tetapi baru merupakan batasan batasan pengertian. Yang diperlukan adalah dukungan teori, sedangkan batasan pengertian baru berstatus sebagai penguat dari pengertian yang kita ambil.

5.      Format Penulisan Karya Ilmiah
Skripsi, paper/makalah, laporan penelitian, dan lain sebagainya, memiliki format penulisan tertentu untuk bisa disebut sebagai sebuah karya ilmiah. Uraian di bawah ini membahas format penulisan karya ilmiah berupa skripsi pada Program S-1 Pemerintahan Integratif. Namun beberapa poin penting dalam format penulisan dimaksud bisa dipakai sebagai acuan dalam penulisan karya ilmiah selain skripsi, seperti paper/makalah, artikel dalam jurnal ilmiah, dan lain sebagainya.

·         Bahan dan Ukuran Kertas
Bahan dan ukuran kertas yang dipakai dalam sebuah karya ilmiah adalah sebagai berikut :
-          Ukuran kertas: A4 (21 x 29,7 cm).
-          Jenis kertas: HVS 80 gram.
-          Kertas doorslag berwarna (sesuai dengan warna yang telah ditentukan) dengan lambang Universitas Mulawarman sebagai pembatas.

·         Pengetikan
-          Ketentuan-ketentuan dalam pengetikan sebuah karya ilmiah dirinci sebagai berikut:
-          Menggunakan software pengolah kata dengan flatform Windows, seperti MS Word, Excel, dan lain-lain.
-          Jenis huruf yang digunakan adalah Times New Roman dengan ukuran 12 kecuali untuk:
-          Halaman judul sampul/luar (hard cover) dan halaman judul dalam (soft cover), yang menggunakan huruf tegak (kecuali istilah asing) dan dicetak tebal (bold) dengan ukuran font mulai 12 sampai 16 (disesuaikan dengan panjang judul, lihat Lampiran).Catatan kaki (footnotes), yang menggunakan font ukuran 10.
-          Huruf tebal (bold) digunakan untuk judul dan sub-judul (sub-bab, sub sub-bab), memberi penekanan, pembedaan, dan sejenisnya.
-          Huruf miring (italic) digunakan untuk istilah dalam bahasa asing atau bahasa daerah, memberi penekanan, pembedaan (termasuk pembedaan sub-judul yang hirarkhinya tidak setingkat), dan sejenisnya. Judul sub sub-sub-bab dibuat dengan mengkombinasikan huruf miring dan huruf tebal (italic-bold atau bold-italic). Judul sub sub-sub-sub-bab dan seterusnya dibuat dengan huruf miring biasa
-          Batas tepi (margin):
a.   Tepi atas     : 4 cm
b.  Tepi bawah : 3 cm
c.   Tepi kiri     : 4 cm
d.  Tepi kanan : 3 cm
-          Sela ketukan (indensi) selebar 1 cm. Indensi Tab dipakai pada baris pertama alinea baru. Indensi gantung digunakan untuk daftar pustaka.
Spasi bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir:
      a)      Bagian awal dari karya ilmiah termasuk di dalamnya adalah
halaman judul, halaman pengesahan, halaman pernyataan, abstrak,
riwayat hidup, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar
dan daftar lampiran. Spasi yang digunakan adalah:
-          Pernyataan ditulis dengan spasi tunggal (lihat Lampiran).
-          Riwayat Hidup dan Kata Pengantar ditulis dengan spasi ganda.
-   Abstrak, antara 150-250 kata (dalam satu halaman) ditulis dengan menggunakan spasi tunggal (lihat Lampiran).
-     Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar, Daftar Lampiran disusun dengan menggunakan spasi tunggal (lihat Lampiran).
-          Lainnya, lihat Lampiran.

      b)      Bagian isi karya ilmiah meliputi Bab I sampai BAB V, disusun
dengan menggunakan spasi ganda.
      c)      Bagian akhir karya ilmiah terdiri dari Daftar Pustaka, yang daftar
referensinya memakai spasi tunggal dan indensi gantung (jarak antar
referensi dengan spasi ganda), dan Lampiran yang ditulis dengan
spasi tunggal atau disesuaikan dengan bentuk/jenis lampiran.

Daftar Pustaka:
Buku Paket Bahasa Indonesia 


v  PERANGKAT JARINGAN
·         KARTU JARINGAN
Kartu Jaringan merupakan perangkat keras yang menerjemahkan sinyal-sinyal jaringan ke bentuk paket-paket data yang dimengerti computer. Komputer ini sering disebut kartu karena bentuknya seperti kartu kartu yang harus ditancapkan ke computer, baik pada slot PCI atau pun SCSI. Pada bagian belakang panel terdapat lubang konektor untuk menancapkan kabel jaringan.
Konektor  yang ada pada kartu jaringan ada dua macam yaitu bias disebut konektor BNC dan RJ-45 (UTP).
·         HUB
Hub atau konsentrator adalah sebuah perangkat yang menyatukan kabel-kabel jaringan dari tiap - tiap workstation, server atau perangkat lain.
·         REPEATER
Repeater Berfungsi untuk memperkuat sinyal sebuah segmen jaringan kesegmen jaringan lain repeater. Bermanfaat untuk mengatasi keterbatasan panjang kabel karena sinyal yang melemah setelah menempuh jarak tertentu dapat diperkuat kembali.

·         BRIDGE
Bridge Berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan yang memiliki segmen yang sama. Selain memperkuat sinyal seperti yang dilakukan repeater, bridge juga melakukan tranmisi ulang paket data dari suatu segmen kesegmen yang lainnya.

·         ROUTER
Router adalah peningkatan kemampuan dari bridge. Router mampu menunjukkan rute/jalur (route) dan memfilter informasi pada jaringan yang berbeda. Beberapa router mampu secara otomatis mendeteksi masalah dan mengalihkan jalur informasi dari area yang bermasalah.


·         SWITCH
Switch, cara kerja switch sama seperti Hub, tetapi switch memeliki sejumlah port sehingga switch disebut multiport bridge, namun switch mempunya collision domain yang sangat mempercepat pengiriman data pada jaringan.

·         KABEL
Pertama kali LAN menggunakan kabel “Coaxcial”. Kemudian, kabel “twisted pair” yang digunakan dalam system telepon telah mampu membawa frekuensi yang lebih tinggi dan dapat mendukung trafik LAN. Dan saat ini, kabel fiber optic telah tampil sebagai pilihan kabel berkecepatan sangat tinggi.
Jenis-Jenis Kabel LAN
1.      COAXCIAL
Kabel coaxcial terdiri dari :
Ø  Sebuah konduktor tembaga
Ø  Lapisan pembungkus dengan ”kawat ground”
Ø  Sebuah lapisan paling luar
 
2.      UTP (UNSHIELDED TWISTER PAIR) UTP
Kabel “Unshielded Twister Pair” (UTP) digunakan untuk LAN dan system telepon. Kabel UTP terdiri dari 4 pasang warna konduktor tembaga yang sesetiap pasangnya berpilin. Kabel UTP terhubung keperangkat melalui konektor modular 8 pin yang di sebut konektor RJ-45. Semua protocol LAN dapat beroperasi melalui kabel UTP . Kebanyakan perangkat LAN dilengkapi dengan RJ-45. Kabel UTP terbagi menjadi dua, yaitu Kabel Straight dan Kabel Crossover. Yang membedakannya adalah susunan kabel pada warna keduanya.

3.      SHIELDED TWISTER PAIR (STP)
Adalah jenis kabel telepon yang di gunakan dalam beberapa jenis instalasi. Kabel STP juga digunakan untuk jaringan Data, digunakan pada jaringan Token-Ring IBM.

4.      KABEL FIBER OPTIK

Adalah teknologi kabel terbaru yang terbuat dari glasoptic. Di tengah – tengah kabel terdapat vilamentglas , yang di sebut “ core ”, dan dikelilingi lapisan “cladding” , “buffer coating” , material penguat dan pelindung luar informasi transmisikan menggunakan gelombang cahaya dengan cara mengkonversi sinyal listrik menjadi gelombang cahaya.


Sebelum kita mengetahui pengertian dari Penalaran Deduktif, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu yang dimaksud dengan penalaran.
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Penalaran Deduktif merupakan proses penyimpulan yang dimulai dari pernyataan umum lalu berangsur ke yang khusus..
Penalaran Deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.
Contoh dari Penalaran Deduktif adalah silogisme. Silogisme adalah proses penalaran yang berusaha menghubungkan dua proposisi atau pernyataan yang berlainan untuk menurunkan kesimpulan yang merupakan proposisi ketiga. Kedua proposisi pertama disebut premis. Silogisme yang diperpendek disebut entimen.
Jenis-jenis Silogisme :
1. Silogisme Kategorial : Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.
2. Silogisme Hipotesis : Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional         hipotesis.
3. Silogisme Alternatif : Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
4. Entimen : Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

Silogisme yang akan Anda pelajari sekarang adalah silogisme kategorial. Agar dapat disimpulkan, sebuah kategorial harus memenuhi rumus berikut:
PU  :   Premis Umum, menyatakan bahwa semua golongan tertentu (semua A) memiliki sifat
           atau hal tertentu (B).      
Contoh :  PU : Semua warga negara Indonesia mencintai bahasa Indonesia. 
PK  :  Premis Khusus, menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang (C) adalah anggota golongan
           tertentu (A).
Contoh PK : Riyanto Aji Saputra warga negara Indonesia.
Sebuah premis agar dapat disimpulkan harus diungkapkan dalam bentuk pernyataan, bukan pertanyaan ataupun perintah.
K   :   Kesimpulan, menunjukkan bahwa sesuatu atau seseorang itu (C) memiliki sifat atau hal
           tersebut (B).
Contoh K : Riyanto Aji Saputra mencintai bahasa Indonesia. 

Jika salah satu premis dalam silogisme bersifat negatif, kesimpulannya pun negatif pula.
Contoh  :
PU       : Semua pria yang berada di ruang itu berpakaian batik.
PK       : Udin tidak berpakaian batik.
K         : Udin bukan pria yang berada di ruang itu.

Catatan:
Silogisme bisa salah. Berikut ini hal-hal yang bisa membuat silogisme salah.
1.      Kedua premisnya bersifat khusus
     
      Contoh:
PU : Riyan selalu disayang orang tuanya.
PK : Riyan anak kedua.
K : Anak kedua selalu disayang orang tuanya.

2.  Dalam PK, A tidak menjadi predikat, C tidak dihubungkan dengan A melainkan dengan B. Dengan demikian, baik PU maupun PK dihubungkan dengan B. B menjadi predikat.
     
Contoh :
PU : Semua binatang mamalia berkembangbiak dengan cara melahirkan.
PK : Sapi berkembang biak dengan cara melahirkan.
K : Jadi, sapi adalah binatang mamalia.

3.  Jika PU tidak menyebutkan seluruh anggota golongan melainkan hanya beberapa anggota  golongan saja, silogisme tak dapat ditarik kesimpulan.
 
Contoh:
PU : Tidak semua orang desa rajin dan tekun
PK : Budi adalah orang kota
K : Budi rajin dan tekun 

4.    Jika kedua premisnya negatif (-), maka
      
Contoh :
PU : Semua siswa SD kelas IV tidak dapat menari
PK : Dinda bukan siswa SD kelas IV
K : Dinda tidak dapat menari / Susi dapat menari. (?)


Silogisme dapat diperpendek. Silogisme yang diperpendek disebut entimen.
Rumus entimen:
Contoh :

Prima harus memiliki KTP karena ia penduduk Indonesia yang sudah berusia 17 tahun.
Entimen di atas diturunkan dari:
PU : Semua penduduk Indonesia yang sudah berusia 17 tahun harus memiliki KTP.
PK : Pevita penduduk Indonesia yang sudah berusia 17 tahun.
K : Pevita harus memiliki KTP.


Daftar Pustaka

Bahasa dan Sastra Indonesia 2: SMK/MAK Kelas XI/oleh Marthasari, Kristari Yuningsih , F. X. Sumarjo: — Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.




















Disini Saya akan membahas semua yang berkaitan dengan Kewarganegaraan terutama dalam bidang Kekayaan Sumber Daya Alam.

Kekayaan Sumber Daya Alam
Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan kekayaan alam, baik kekayaan di darat maupun di laut. Posisi ini memungkinkan timbulnya hasrat sekelompok orang untuk memiliki dan menguasai sumber daya alam tersebut untuk kepentingan pribadi atau golongan. Untuk itu bangsa Indonesia harus mampu mendayagunakan, serta melestarikan kekayaan alam tersebut dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Sumber daya alam (SDA) itu merupakan segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat digunakan dalam memenuhi kehidupan manusia. Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik (Hewan dan  tumbuhan) tetapi juga abiotik seperti (Minyak bumi, gas alam, air dan tanah).
            Sumber daya alam di Indonesia tidak terbatas pada kekayaan hayatinya saja. diberbagai daerah di Indonesia juga dikenal sebagai penghasil jenis bahan tambang, seperti yang Saya ketahui yaitu di Pulau Kalimantan adalah tempat dimana penghasil batu bara terbesar dan di Pulau Irian Jaya yaitu tepatnya di Timika juga tempat penghasil emas yang sekarang dikuasai oleh PT. Freeport dari negara Amerika Serikat. Saya selalu bertanya kepada Ayah Saya, mengapa Indonesia membiarkan saja jika tempat penghasil emas itu bisa dikelola oleh negara lain dan tidak dikelola oleh Indonesia sendiri? Lalu ayah saya menjawab karena dulu Indonesia tidak bisa mengelola karena teknologi yang kurang berkembang pada saat itu, serta keterbatasan keuangan negara yang belum cukup untuk mengelola tempat tersebut sehingga kawasan Timika tersebut yang sekarang dikenal dengan Freeport itu dkelola oleh negara asing.
Selain itu di Indonesia sendiri sangat banyak tempat-tempat wisata yang eksotis dan tidak kalah bagus dengan negara lain, contohnya saja seperti Raja Ampat, yang bertempat di provinsi Papua Barat , Raja ampat adalah salah satu tempat surga bagi para penyelam karena keindahan karang bawah lautnya yang sangat bagus dan indah. Selain Raja Ampat yaitu ada tempat wisata yang tidak kalah hebatnya yaitu di daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Objek wisata yang terkenal yaitu seperti Gunung Rinjani, Air Terjun Sendang Gila, Gili Nanggu dan masih banyak lagi. Menurut Saya masih banyak tempat-tempat indah dan menarik lainnya yang orang belum ketahui.
Kekayaan di Indonesia itu sangat banyak dan beragam, tetapi rakyat Indonesia belum sepenuhnya bisa menjaga dan merawat dan pada hal tersebut sangat dibutuhkan peran pemerintah untuk membantu masyarakat tugas tersebut. Kita sebagai warga negara Indonesia seharusnya sadar dengan hal ini, untuk apa kita pergi jalan-jalan jauh hingga ke negara lain dengan mengeluarkan uang banyak ? Padahal terdapat banyak sekali objek wisata yang sangatlah bagus yang Indonesia miliki tanpa harus keluar negeri.
Tugas kita kedepannya hanya terus menjaga dan merawat kekayaan di alam Indonesia ini dan jangan sampai objek wisata yang terdapat di dekat daerah perbatasan dengan negara lain, bisa direbut atau dikuasai negara lain hanya karena kelalaian kita sendiri. Maka dari itu semua warga negara Indonesia sendiri lah yang membuat apa nanti kedepannya, mau seperti apa jadinya itu ada ditangan anak-anak muda yang bertugas sebagai menerus bangsa.

Demikianlah Pembahasan mengenai Kekayaan Sumber Daya Alam yang singkat ini dari saya Riyanto Aji Saputra. Jika terdapat bahasa dan tutur kata yang kurang baik dan kekurangan mohon dimaafkan karena kelebihanlah yang memiliki hanya Allah semata. Terima kasih Salam Super J


WAWASAN NUSANTARA

 A.    Latar Belakang dan Pengertian
      
       Kata wawasan berasal dari bahasa jawa yaitu wawas (mawas) yang artinya melihat atau                      memandang , jadi kata wawasan apat diartikan cara pandang atau cara melihat.
       Kehidupan negara senantiasa dipengaruhi perkembangan lingkungan strategik sehingga                      wawasan harus mampu memberi inspirasi pada suatu bangsa dalam menghadapi berbagai                    hambatan dan tantangan yang ditimbulkan dalam mengejar kejayaan.