twitter



LCD merupakan alat yang biasa digunakan untuk menampilkan informasi dengan menggunakan mikrokontroller. Sekarang bagaimana cara untuk menggunakan LCD ini dengan menggunakan mikrokontroller berbasis Arduino. Dalam contoh ini saya menggunakan Arduino Uno.
Berikut contoh rangkaiannya :


Tabel Pin LCD dan Port Arduino
Pin LCD Pin Arduino
Pin 1 (GND) GND
Pin 2 (VCC) +5V
Pin 3 (VSS) Potentio 50K
Pin 4 (RS) PORT 12
Pin 5 (R/W) GND
Pin 6 (E) PORT 11
Pin 7 -
Pin 8 -
Pin 9 -
Pin 10 -
Pin 11 (D4) PORT 5
Pin 12 (D5) PORT 4
Pin 13 (D6) PORT 3
Pin 14 (D7) PORT 2
Pin 15 (LED +) +5V
Pin 16 (LED -) GND

    Silahkan rangkaiakan LCD dan arduino sesuai gambar dan keterangan di atas. Setelah selesai merangkai semua silahkan buka program Arduino anda. dan tuliskan code berikut ini :

// panggil librarynya:
#include <LiquidCrystal.h>

// inisialisasi PORT yang akan digunakan
LiquidCrystal lcd(12, 11, 5, 4, 3, 2);

void setup() {
  // Setting LCD kolom dan baris: 
  lcd.begin(16, 2);
  // Tulisan yang akan di tampilkan.
  lcd.print("hello, world!");
}

void loop() {
  // set kursor kolom 0, baris 1
  // (note: menghitung baris dimulai dari 0):
  lcd.setCursor(0, 1);
  // menampilkan angka setiap 1000 milisecond:
  lcd.print(millis()/1000);
}


Atau dapat buka langsung pada File --> Examples --> LiquidCrystal --> HelloWorld.
Jangan lupa pilih jenis arduino yang di pakai. Dalam contoh ini saya menggunakan Arduino Uno. Pilih Tools --> Board ---> Arduino Uno.

Setelah itu program siap di upload ke modul Arduinonya dengan tekan Ctrl + U dan lihat hasilnya.

SUMBER : http://techno-apk.blogspot.co.id/2014/02/menggunakan-lcd-16-x-2-di-arduino-uno.html


Light Dependent Resistor (LDR) adalah jenis resistor yang nilai hambatannya di pengaruhi oleh cahaya di sekitar. Maka kita bisa membuat LDR ini menjadi sensor cahaya. Karena memang sudah banyak aplikasinya. Misalnya pada lampu jalan, tidak ada saklar untuk mematikan dan menghidupkan lampu jalan.

Dengan menggunakan sensor cahaya LDR, lampu jalan akan mati ketika siang dan akan hidup ketika malam secara otomatis.

Sekarang kita akan buat program Arduino yang akan melakukan, "Lampu LED menyala ketika keadaan gelap dan mati ketika keadaan terang"  (Automatic Lighting System).

Yang harus kamu siapkan:

1x Arduino
1x Breadboard
1x Sensor cahaya LDR
1x Resistor 10k
7x Kabel jumper

Kemudian buat rangkaian seperti gambar dibawah ini.


NOTES:

  • Hubungkan 5V dan GND dari Arduino ke Breadboard.
  • Hubungkan kaki kiri LDR ke 5V.
  • Hubungkan kaki kanan LDR ke pin A2 Arduino.
  • Hubungkan kaki kiri resistor ke celah antara kaki kanan LDR dan GND arduino.
  • Hubungkan kaki kanan resistor ke GND.
  • Untuk pemasangan LED kamu bisa lihat pada Menyalakan LED dan BLINK.

Untuk pemrograman LDR, kamu bisa gunakan sketch program dibawah ini:
int LDR= A2;          // membuat variabel LDR untuk pin A2
int LED= 13;          // membuat variabel LED untuk pin 13
int nilaiLDR= 0;  // variabel nilai awal untuk nilaiLDR
void setup(){
  pinMode(LED, OUTPUT);         // menentukan LED menjadi OUTPUT
  Serial.begin(9600);         // komunikasi Arduino ke Komputer
}
void loop(){
  nilaiLDR= analogRead(LDR); // menyimpan nilai yang dibaca dari LDR ke variabel nilaiLDR
  Serial.print("NilaiLDR= ");         // menampilkan teks nilaiLDR=
  Serial.println(nilaiLDR);                 // menampilkan nilai dari nilaiLDR
  if(nilaiLDR < 500) {         // jika nilai dari LDR kurang dari 500
    digitalWrite(LED, HIGH);         // lampu LED menyala
  }
  else  {                         // jika tidak
    digitalWrite(LED, LOW);         // lampu LED mati
  }
}
REVIEW NOTES:
  • int nilaiLDR= 0; membuat variabel nilaiLDR, dan akan membaca nilai mulai dari 0.
  • pinMode(LED, OUTPUT); memilih mode OUTPUT untuk pin yang disimpan di variabel LED.
  • Serial.begin(9600); digunakan agar Arduino bisa berkomunikasi dengan Komputer.
  • nilaiLDR= analogRead(LDR); menyimpan nilai yang dibaca oleh sensor LDR kedalam variabel nilaiLDR.
  • Serial.print("NilaiLDR= "); digunakan untuk mencetak secara digital atau menampilkan teks nilaiLDR=, untuk ini kita tampilkan pada Serial Monitor.
  • Serial.println(nilaiLDR); untuk menampilkan nilai yang dibaca oleh sensor LDR
  • if(nilaiLDR < 500) jika sensor membaca nilai 500 atau kurang dari 500
  • digitalWrite(LED, HIGH); lampu LED menyala
  • else jika tidak
  • digitalWrite(LED, LOW); lampu LED mati
SUMBER : http://www.kelasrobot.com/2015/11/program-arduino-sensor-cahaya-ldr.html


Untuk aplikasi tertentu, misalnya pada penyiraman tanaman secara otomatis, kita memerlukan informasi mengenai kelembaban tanah untuk tanaman kita. Karena pengaruh suhu lingkungan, proses penguapan akan berpengaruh pada tingkat kelembaban tanah.
Saat ini telah banyak sensor kelembaban tanah yang beredar di pasaran dengan harga yang relatif terjangkau, salah satunya adalah kombinasi dari YL-39 (modul pengkondisian sinyal) dan YL-69 (probe sensor). Amatilah Gambar 1.

soil moisture sensor arduino
Gambar 1. Keterangan sensor kelembaban tanah

Modul sensor ini memiliki 4-pin, yaitu GND (untuk ground), VCC (3.3 - 5Volt), AO (keluaran analog yang akan dibaca oleh Arduino), dan DO (dapat diatur sensitivitasnya menggunakan knb pengatur, dan menghasilkan logika digital HIGH/LOW pada level kelembaban tertentu). Untuk saat ini, hanya tiga pin yang kita manfaatkan, yaitu GND, VCC dan AO.

Hardware

Rangkailah sensor dan Arduino seperti pada Gambar 2.
soil moisture sensor arduino
Gambar 2.Pemasangan sensor kelembaban tanah pada Arduino

Dalam penggunaan jangka panjang, memberikan tegangan terus-menerus pada probe akan mempercepat rusaknya probe tersebut, terutama saat tanah dominan dalam keadaan lembab. Oleh karena itu, salah satu alternatifnya adalah menempatan pin VCC pada salah satu pin digital (pada tutorial kali ini di pin 6), dan akan diaktifkan sesaat sebelum sensor mengambil data kelembaban.

Software

Bukalah IDE Arduino. Ketik dan upload-lah skrip di bawah ini. Keterangan program telah disertakan sebagai komentar.


Pemrograman Sensor Soil Moisture pada Arduino
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
int sensorPin = A0;  // pin sensor
int powerPin = 6;    // untuk pengganti VCC
void setup() {  
  // jadikan pin power sebagai output
  pinMode(powerPin, OUTPUT);
  // default bernilai LOW
  digitalWrite(powerPin, LOW);
  // mulai komunikasi serial
  Serial.begin(9600);
}
void loop() {
  Serial.print("Nilai kelembaban: ");
  Serial.println(bacaSensor());
  // baca setiap 5 detik
  delay(5000);
}
int bacaSensor() {
  // hidupkan power
  digitalWrite(powerPin, HIGH);
  delay(500);
  // baca nilai analog dari sensor
  int nilaiSensor = analogRead(sensorPin);
  digitalWrite(powerPin, LOW);
  // makin lembab maka makin tinggi nilai outputnya
  return 1023 - nilaiSensor;
}

Bukalah serial monitor dan amati hasilnya. Berikut contohnya:
Nilai kelembaban: 50
Nilai kelembaban: 52
Nilai kelembaban: 627
Nilai kelembaban: 635
Nilai kelembaban: 50


SUMBER :  
https://tutorkeren.com/artikel/tutorial-menggunakan-sensor-kelembaban-tanah-yl-39-dan-yl-69-pada-arduino.htm


Pada kesempatan kali ini kita membahas bagaimana mengukur kekeruhan air dengan arduino, langsung saja sensor dan komponen apa saja yang dibutuhkan : 
 
1. Komponen dan Sensor
- Arduino Uno
- Sensor GE Turbidity
- LGZD sensor
- LCD 16x2
- LCM 1602 I2C
 
2. Setelah komponen dan sensor yang diperlukan telah tersedia langkah berikutnya merangkai semua     komponen dan sensor seperti berikut :
 
 - Rangkaian LCM1602I2C to Arduino Uno,
   
 - Setelah merangkai LCM1602I2C selanjutnya rangkai sensor Turbidity, sensor LGZD dan arduino      Uno sebagaimana tercantum pada gambar berikut :
 
 
  3. Setelah komponen dan sensor diatas dirangkai menjadi satu maka langkah selanjutnya upload             program ke IDE arduino. namun sebelum mengaupload koding/sketch pastikan bahwa alamat I2C       to arduino telah ditemukan apabila belum maka lihat postingan saya sebelumnya disini , jika I2C-       nya telah ada selanjutnya upload koding dibawa ini :
      
#include <Wire.h>
#include <LiquidCrystal_I2C.h>
LiquidCrystal_I2C lcd(0x3F,2,1,0,4,5,6,7,3, POSITIVE);
//Ganti alamat 0x27 dengan alamat I2C anda yang telah ditemukan dipada serial monitor
int led = 2; 
int buzzer = 4;
int sensor_ntu = 7; // Connect turbidity sensor to Digital Pin 2
void setup(){
  lcd.begin (16,2); //LCD untuk ukuran 16x2
  }
void loop(){
  if(digitalRead(sensor_ntu)==LOW ){       //read sensor signal 
   digitalWrite(led, HIGH);   // if sensor is LOW, then turn on
   digitalWrite(buzzer,HIGH);
   lcd.setCursor(0, 0); //baris pertama
   lcd.print("SANGAT KERUH"); 
   delay (2000);
   }else{
   lcd.clear();
   digitalWrite(ledPin, LOW);    // if sensor is HIGH, then turn off the led
   digitalWrite(buzzer,LOW);
   lcd.setCursor(0, 1); //baris kedua
   lcd.print("NORMAL");
   delay (2000);
   lcd.clear();
     }
}
 
 


Sedikit share tentang aplikasi sensor suhu dan berat pada arduino uno. Untuk sensor berat digunakan potensio 1 k ohm dan sensor suhu menggunakan LM35. Berikut bentuk dari rangkaiannya:

sensor berat dan suhu


Pemograman di arduino
/*
The circuit:
* LCD RS pin to digital pin 13
* LCD Enable pin to digital pin 12
* LCD D4 pin to digital pin 11
* LCD D5 pin to digital pin 10
* LCD D6 pin to digital pin 9
* LCD D7 pin to digital pin 8
* LCD R/W pin to ground
* sensor berat pin A5
* sensor suhu pin A2
https://pernahganteng.wordpress.com/
*/
#include <LiquidCrystal.h>
LiquidCrystal lcd(13, 12, 11, 10, 9, 8);
long int data_ADC;
char tulisan[16] = “SUHU C=”;
void setup() {
lcd.begin(16, 2);
lcd.setCursor(0,0);
lcd.print(“SUHU= C “);
lcd.setCursor(0,1);
lcd.print(“berat= g “);
}
void loop() {
data_ADC = analogRead(A2);
data_ADC = data_ADC*500/1023;
itoa(data_ADC,tulisan,10);
lcd.setCursor(7,0);
lcd.print(” “);
lcd.setCursor(7,0);
lcd.print(tulisan);
delay(100);
data_ADC = analogRead(A5);
data_ADC = data_ADC*1000/1023;
itoa(data_ADC,tulisan,10);
lcd.setCursor(7,1);
lcd.print(” “);
lcd.setCursor(7,1);
lcd.print(tulisan);
delay(100);
}

Hasil output akan muncul di LCD dengan keterangan :
Suhu = ...
Berat = ...

SUMBER :
https://pernahganteng.wordpress.com/2014/04/23/sensor-suhu-dan-berat-menggunakan-arduino-uno/


LM35 adalah jenis sensor yang dapat mendeteksi keadaan suhu disekitar lingkungan.
Dan projek Arduino kita kali ini adalah kita akan, "Mengukur suhu dilingkungan sekitar."

Yang perlu disiapkan:

1x Arduino
1x Breadboard
1x LM35 Sensor Suhu
2x LED hijau
2x LED kuning
2x LED merah
6x Resistor 220ohm
11x Kabel Jumper
Lalu pasang seperti Gambar dibawah ini:



NOTES:
  • Pasang dari GND dan 5V Arduino ke Breadboard.
  • Pasang kaki kiri LM35 ke 5V, kaki kanan LM35 ke GND, kaki tengah LM35 ke pin A0 Arduino.
  • Pasang kaki Positif LED hijau ke pin 2 dan pin 3, LED kuning ke pin 4 dan pin 5, LED merah ke pin 6 dan pin 7 Arduino.
  • Setiap kaki negatif LED dipasang ke GND menggunakan Resistor 220ohm.
Untuk pemograman Sensor Suhu LM35, kamu bisa gunakan sketch dibawah ini:
int LM35 = A0; // membuat variabel LM35 untuk pin A0 Arduino
int nilaiLM35= 0; // membuat variabel nilaiLM35 untuk menyimpan nilai sensor

void setup(){
Serial.begin(9600); // komunikasi serial dari Arduino ke Komputer
}

void loop(){
nilaiLM35 = analogRead(LM35); // menyimpan nilai dari LM35 ke variabel nilaiLM35
nilaiLM35 = nilaiLM35 * 0.488; // konversi nilai dari LM35 menjadi Derajat Celcius
Serial.println(nilaiLM35);                 // menampilkan nilai dari LM35 ke Serial Monitor
delay(500);                         // memberi jeda sebanyak 500 milidetik
}
NOTES:
  1. Serial.begin(9600); kode yang digunakan agar Arduino bisa berkomunikasi dengan komputer.
  2. nilaiLM35 = analogRead(LM35); menyimpan nilai yang dihasilkan oleh sensor LM35 ke variabel nilaiLM35.
  3. nilaiLM35 = nilaiLM35 * 0.488; konversi nilaiLM35 ke celsius dengan dikalikan 0.4888.
  4. Serial.println(nilaiLM35); menampilkan hasil dari nilai LM35.
Membuat Indikator Suhu dengan menggunakan LED.

Yang pertama harus kamu lakukan adalah melihat nilai pada sensor suhu LM35, dengan melihat di Serial Monitor. Kamu juga bisa membuka Serial Monitor dengan menekan CTRL+SHIFT+M pada keyboard. Maka akan muncul tampilan seperti Gambar


NOTES: Angka 27 adalah nilai Suhu. Kamu bisa menyentuh Sensor LM35-nya dan nilai akan bertambah, karena sensor menerima panas dari suhu tubuh kamu.
Untuk Sketch programnya kamu tinggal tambahkan kode untuk LEDnya, 
dan kode if seperti dibawah ini:
If ( nilaiLM35 == 28){
     kode perintah...
}
Untuk Sketch versi lengkapnya, kamu bisa salin ulang dibawah ini:
int LM35 = A0; // membuat variabel LM35 untuk pin A0 Arduino
int nilaiLM35= 0;   // membuat variabel nilaiLM35 untuk menyimpan nilai sensor
int LED1= 2;         // membuat variabel LED1 untuk Pin 2 digital
int LED2= 3;       // membuat variabel LED2 untuk Pin 3 digital
int LED3= 4;       // membuat variabel LED3 untuk Pin 4 digital
void setup(){
Serial.begin(9600);     // komunikasi serial dari Arduino ke Komputer
pinMode(LED1, OUTPUT);   // mengatur LED1 menjadi OUTPUT
pinMode(LED2, OUTPUT);   // mengatur LED2 menjadi OUTPUT
pinMode(LED3, OUTPUT);   // mengatur LED3 menjadi OUTPUT
}
void loop(){
nilaiLM35 = analogRead(LM35);   // menyimpan nilai dari LM35 ke variabel nilaiLM35
nilaiLM35 = nilaiLM35 * 0.488;   // konversi nilai dari LM35 menjadi Derajat Celcius
Serial.println(nilaiLM35);     // menampilkan nilai dari LM35 ke Serial Monitor
delay(500);                     // memberi jeda sebanyak 500 milidetik
if (nilaiLM35 == 28)       // jika nilaiLM35 sama dengan 28
{
  digitalWrite(LED1, HIGH); // LED1 menyala
  digitalWrite(LED2, LOW);   // LED2 mati
  digitalWrite(LED3, LOW);   // LED3 mati
}
else if (nilaiLM35 == 29)   // jika nilaiLM35 sama dengan 29
{
  digitalWrite(LED1, HIGH); // LED1 menyala
  digitalWrite(LED2, HIGH); // LED2 menyala
  digitalWrite(LED3, LOW);   // LED3 menyala
}
else if (nilaiLM35 == 30)   // jika nilaiLM35 sama dengan 30
{
  digitalWrite(LED1, HIGH); // LED1 menyala
  digitalWrite(LED2, HIGH); // LED2 menyala
  digitalWrite(LED3, HIGH); // LED3 menyala
}
else                       // jika tidak
{
  digitalWrite(LED1, LOW);   // LED1 mati
  digitalWrite(LED2, LOW);   // LED2 mati
  digitalWrite(LED3, LOW);   // LED3 mati
}
}
NOTES:
  • Nilai yang kamu pakai pada LM35, disesuaikan dengan nilai suhu dilingkungan kamu. Karena suhu disuatu tempat dengan tempat lain bisa saja berbeda bukan? ;)
  • if (nilaiLM35 == 28) kode ini digunakan untuk perintah logika, “jika nilaiLM35 sama dengan 28.” arduino akan menjalankan kode perintah yang ada pada program if ini.
  • else if (nilaiLM35 == 29) tapi jika nilainya ternyata sama dengan 29, maka arduino akan menjalankan kode perintah pada else if.
  • Else tapi jika tidak ada yang sama dengan nilai pada nilai if dan else if, maka arduino akan menjalakan kode perintah pada else.
 SUMBER : http://www.kelasrobot.com/2015/12/program-arduino-sensor-suhu-lm35.html


Dalam proyek sederhana ini, saya akan membuat sebuah alarm menggunakan sensor PIR (pasif inframerah) dan pemrograman Arduino Uno. Ini adalah cara yang bagus untuk anda mempelajari dasar-dasar menggunakan input digital pada arduino dari sebuah sensor dan output dalam praktek kali ini menggunakan Alrm sebuah Buzzer.
Alarm sensor pir Arduino ini berguna untuk simulasi keamanan di rumah anda atau dapat anda gunakan sebagai gurauan jebakan dan lelucon praktis. Anda tidak membutuhkan solder karena dalam praktek kali ini kita hanya menggunaka papan belajar Bread Board dan beberapa kabel jumper saja.

Merangkai Sensor Pir dan Arduino

Sensor Pir dengan Arduino

Alat dan Bahan:
1 1x Arduino Uno
2 1x Buzzer
3 1x PIR Sensor
4 1x LED
5 1x Breadboard
6 Kabel jumper secukupnya


Koneksi Pin sesnor PIR:
PIR Arduino
1 +vcc  +5v
2 out  Pin 2
3 GND GND


Supply tegangan pada sensor ini dapat menggunakan tegangan vcc 5V dari arduino atau board mikrokontroller lainnya, terdapat tiga pin sensor berupa VCC, Ground dan Output untuk dihubungkan ke Pin 2 Arduino. Buzzer terhubung ke PIN 10 Arduino dan GND sedangkan LED di hubungkan ke 13 sebagai indikator. Contoh prgram penggunaan sensor PIR menggunakan arduino bisa kamu lihat pada kode berikut yang diubah dari contoh kode program sensor PIR pada arduino dengan alarm buzzer dan menggunakan LED untuk indikator adanya gerakan manusia pada radius sensor.

Program Sensor Pir Arduino

Berikut ini adalah program Alrm menggunakan sensor pir dan arduino uno, silahkan kopi dan paste pada program Arduino IDE kemudian silahkan upload pada arduino anda yang sudah di rangkai sesai langkah yang sudah saya berikan di atas:

//http://roboticbasics.blogspot.com
int ledPin = 13;                // Memilih pin untuk LED
int inputPin = 2;               // Memilih input pin (untuk sensor PIR)
int pirState = LOW;             // Kita mulai, dengan asumsi tidak ada gerakan terdeteksi
int val = 0;                    // Variabel untuk membaca status pin
int pinSpeaker = 10;            // Mengatur pembicara pada pin PWM (digital 9, 10, atau 11)
void setup() {
  pinMode(ledPin, OUTPUT);      // Mendeklarasikan LED sebagai output
  pinMode(inputPin, INPUT);     // Mendeklarasikan sensor sebagai input
  pinMode(pinSpeaker, OUTPUT);
  Serial.begin(9600);
}
void loop(){
  val = digitalRead(inputPin);  // Membaca nilai masukan
  if (val == HIGH) {            // Memeriksa apakah input adalah TINGGI
    digitalWrite(ledPin, HIGH); // Hidupkan LED ON
    playTone(300, 160);
    delay(150);
 
    if (pirState == LOW) {
      // Kita baru saja diaktifkan
      Serial.println("Motion detected!");
      // Kami hanya ingin mencetak pada perubahan output, tidak menyatakan
      pirState = HIGH;
    }
  } else {
      digitalWrite(ledPin, LOW); // turn LED OFF
      playTone(0, 0);
      delay(300);  
      if (pirState == HIGH){
      // Kita baru saja dimatikan
      Serial.println("Motion ended!");
      // Kami hanya ingin mencetak pada perubahan output, tidak menyatakan
      pirState = LOW;
    }
  }
}
// Durasi msecs dalam, hertz Frekuensi
void playTone(long duration, int freq) {
    duration *= 1000;
    int period = (1.0 / freq) * 1000000;
    long elapsed_time = 0;
    while (elapsed_time < duration) {
        digitalWrite(pinSpeaker,HIGH);
        delayMicroseconds(period / 2);
        digitalWrite(pinSpeaker, LOW);
        delayMicroseconds(period / 2);
        elapsed_time += (period);
    }
}
SUMBER :
http://roboticbasics.blogspot.co.id/2016/02/Sensor-Pir-dengan-Arduino-untuk-deteksi-gerak-manusia.html