twitter


1.      Pengertian Kata Baku
Kata Baku adalah kata yang digunakan sesuai dengan aturan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan dan kata tidak baku berarti sebaliknya. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kata Baku digunakan dalam kalimat resmi baik lisan maupun tertulis dengan pengungkapan gagasan secara tepat.

2.      Pengertian Kata Tidak Baku
Kata Tidak Baku adalah kata yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang ditentukan. Kata tidak baku sering kita gunakan dalam bahasa percakapan sehari-hari, atau bahasa tutur.

3.      Pengertian Kata Serapan
Kata Serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing yang telah terintegrasi ke dalam bahasa Indonesia dan telah diterima luas oleh masyarakat umum.

4.      Pedoman Kata Baku & Pedoman Pembentukkan istilah Serapan, Kaidah atau Peraturan dalam bahasa Indonesia :
a.   Buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan
b.   Kamus Besar Bahasa Indonesia
c.   Buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia

5.      Contoh-contoh kata tidak baku dan pembakuannya
Kata Tidak Baku – Kata Baku 
1)      Abjat – Abjad
2)      Aktip – Aktif
3)      Aktifitas – Aktivitas
4)      Analisa – Analisis
5)      Antri – Antre
6)      Azas – Asas
7)      Apotik – Apotek
8)      Atlit – Atlet
9)      Atmosfir – Atmosfer
10)  Bis – Bus
11)  Cabe – Cabai
12)  Cendikiawan – Cendekiawan
13)  Central – Sentral
14)  Cinderamata – Cenderamata
15)  Detil – Detail
16)  Difinisi – Definisi
17)  Diagnosa – Diagnosis
18)  Hembus – Embus
19)  Extra – Ekstra
20)  Ekstrim – Ekstrem
21)  Faham – Paham
22)  Fikir – Pikir
23)  Formil – Formal
24)  Frekwensi – Frekuensi
25)  Gisi – Gizi
26)  Handal – Andal
27)  Hapal – Hafal
28)  Hakekat – Hakikat
29)  Hipotesa – Hipotesis
30)  Hirarki – Hierarki
31)  Ijasah – Ijazah
32)  Ijin – Izin
33)  Himbau – Imbau
34)  Hisap – Isap
35)  Isteri – Istri
36)  Jadual – Jadwal
37)  Jaman – Zaman
38)  Jenasah – Jenazah
39)  Jendral – Jenderal
40)  Justeru – Justru
41)  Karir – Karier
42)  Katagori – Kategori
43)  Komplit - Komplet 
44)  Konperensi – Konferensi
45)  Konggres – Kongres
46)  Kongkrit –Konkret
47)  Kreatifitas – Kreativitas
48)  Kwalifikasi - Kualifikasi
49)  Kwalitatif – Kualitatif
50)  Kwantitatif – Kuantitatif
51)  Kwalitas – Kualitas
52)  Kwitansi – Kuitansi
53)  Lobang – Lubang
54)  Ma’af – Maaf
55)  Mahluk – Makhluk
56)  Mesjid – Masjid
57)  Merk – Merek
58)  Meterei – Meterai
59)  Metoda – Metode
60)  Milyar – Miliar
61)  Missi – Misi
62)  Moderen – Modern
63)  Mubadir – Mubazir
64)  Mulya – Mulia
65)  Musium – Museum
66)  Nafas – Napas
67)  Nampak – Tampak
68)  Nara sumber – Narasumber
69)  Nasehat – Nasihat
70)  Obyek – Objek
71)  Obyektif – Objektif
72)  Pasport – Paspor
73)  Pebruari - Februari 
74)  Perduli – Peduli
75)  Pondasi – Fondasi
76)  Praktek – Praktik
77)  Propinsi – Provinsi
78)  Pungkir – Mungkir
79)  Rebo – Rabu
80)  Resiko – Risiko
81)  Rubah – Ubah
82)  Sekedar – Sekadar
83)  Silahkan – Silakan
84)  Sistim – Sistem
85)  Seksama – Saksama
86)  Subyek – Subjek
87)  Subyektif – Subjektif
88)  Sorga – Surga
89)  Syah – Sah
90)  Tauladan – Teladan
91)  Tehnik – teknik
92)  Tehnologi – Teknologi
93)  Telefon – Telepon
94)  Terlanjur – Telanjur
95)  Terlantar – Telantar
96)  Trampil – Terampil
97)  Villa – Vila
98)  Waqaf – Wakaf
99)  Ujud – Wujud
100)          Yudikatip – Yudikatif

6.      Contoh-contoh Kata Serapan
Application = Aplikasi
Actor = Aktor
Aquarium = Akuarium
Bomb = Bom
Boss = Bos
Ballon = Balon
Calculator = Kalkulator
Coin = Koin
Coffe = Kopi
Design = Desain
Discount = Diskon
Director = Direktur
Export = Ekspor
Essay = Esai

Daftar Pustaka :


1.      Pengertian Proposal

Proposal adalah suatu usulan kegiatan atau rencana kerja yang disusun atau diterapkan  secara sistematis dan terperinci untuk suatu kegiatan yang akan dilakasanakan dan dikerjakan. Sedangkan, pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail.
Proposal dibuat untuk mendapatkan persetujuan atau dukungan pihak lain. Namun, adakalanya proposal juga dibuat untuk memohon bantuan dana. Untuk memudahkan pengertian dari proposal yang dalam tulisan ini, kita dapat membandingkannya dengan istilah proposal penelitian dan proposal umum.

2.      Jenis-jenis Proposal

Secara umum Proposal dibedakan menjadi 4 jenis yaitu :

  • Proposal Bisnis - proposal ini berkaitan dengan dunia usaha baik itu perseorangan maupun kelompok. Contoh dari proposal ini misalnya proposal pendirian usaha, proposal dalam bentuk kerjasama antar perusahaan.
  • Proposal Proyek - pada umumnya proposal proyek ini mengacu pada dunia kerja yang berisikan serangkaian rencana bisnis atau komersil misalnya proposal proyek pembangunan perumahan. 
  • Proposal Penelitian - Jenis proposal ini lebih sering digunakan di bidang akademisi misalnya penelitian untuk pembuatan skripsi, tesis dan lainnya. Isi dari proposal ini adalah pengajuan kegiatan penelitan.
  • Proposal Kegiatan - yaitu pengajuan rencana sebuah kegiatan bak itu bersifat individu maupun kelompok misalnya proposal kegiatan pentas seni budaya, bazaar, 17 Agustusan, bakti sosial dan pesantren kilat.
3.      Bentuk Proposal

Berdasarkan bentuknya proposal terbagi menjadi 3 jenis yaitu
  • Proposal bentuk formal - Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu bagian pendahuluan, isi proposal, dan bagian pelengkap penutup. Bagian pendahuluan terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan. Bagian isi proposal terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya. Sedangkan bagian pelengkap penutup berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.
  • Proposal bentuk non formal - proposal non formal ini tidak selengkap proposal formal dan biasanya disampaikan dalam bentuk memorandum atau surat. proposal non formal harus selalu mengandung hal-hal berikut yaitu, masalah, saran, pemecahan, dan permohonan.
  • Proposal semi formal - jenis proposal ini hampir sama dengan proposal non formal karena tidak selengkap jenis proposal formal
4.      Sistematika Pembuatan Proposal 
            1.      Pendahuluan
  • Berisi tentang hal­hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakan kegiatan tersebut.
  • Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari­hari(nyata)
  • Point­point pembahasan pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen S­W­O­T yang telah dibahas sebelumnya.
      2.      Dasar Pemikiran
  • Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Tri Darma Perguruan         Tinggi, program kerja pengurus dan lain­lain
  • Jika kegiatan tersebut bukan dari organisasi, maka didasarkan secara umum, misalnya : Peraturan Pemerintah No sekian

            3.      Tujuan
  • Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus)
  • Tentukan juga keluaran ( output ) yang dikehendaki seperti apa

           4.      Tema
           Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut
           5.      Jenis Kegiatan
  •     Diperlukan untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jika kegiatannya lebih dari satu,
  •     Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut. Misal: berupa Seminar, Pelatihan, penyampain   materi secara lisan, Tanya jawab dan simulasi dll.

            6.      Target
Berisi uraian yang lebih terperinci dari Tujuan (Point 3) terutama mengenai ukuran­ukuran yang digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan.
            7.       Sasaran/Peserta
Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut ( atau lebih kenal dengan peserta)
            8.      Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Tentukan dimana, hari, tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan dilaksanakan kegiatan  tersebut.
            9.      Anggaran Dana
Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri
           10.      Susunan Panitia
Dalam halaman atau bagaian susuna panitia, biasanya hanya ditulis posisi yang penting­-penting saja, seperti Pelindung Kegiatan, Ketua panitia, Streering Commite dll, sedangkan kepanitian lengkap dicantumkan dalam lampiran.
           11.      Jadwal Kegiatan
  • Dibuat sesuai dengan perencanaan dalam kalender Kegiatan yang telah disusun sebelumnya
  • Atau bisa juga ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.
     12.  Penutup
  •  Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi semua pihak.
  • Ditutup dengan lembar pengesahan proposal
  • Terakhir, diikuti dengan lampiran


5.      Bahasa Proposal

Bahasa yang digunakan dalam proposal harus menggunakan kalimat yang bersih, akurat, tidak ambigu, dan kalimat efektif. Bahasa yang digunakan dalam proposal juga mencerminkan isi proposal tersebut. Bahasa proposal harus bersih dan akurat, maksudnya bahasa proposal itu tidak mengada-ngada. Jadi, bahasa yang digunakan mengungkapkan fakta.Misalnya dalam pengajuan dana, sesuai dengan dana yang dibutuhkan dan tidak membuat manipulasi pengajuan dana. Bahasa proposal tidak ambigu, maksudnya bahasa yang digunakan tidak menimbulkan keraguan,kekaburan, dan ketidakjelasan. Bahasa yang ambigu juga dapat menimbulkan penafsiran ganda. Bahasa proposal juga harus menggunakan kalimat efektif. Kalimat efektif adalah kalimat yang disusun menurut pola struktur yang benar dan sesuaidengan situasi yang menyertainya. Orang yang membaca kalimat  efektif dan yang mendengarkannya langsung dapat memahaminya dengan mudah dan tepat.


Daftar Pustaka :
http://hyfee2004.blogspot.com/2012/10/proposal.html